Info Terkini "BERDIKARI = BERPRESTASI, DISIPLIN, KREATIF, AKTIF, RELIGIUS DAN INOVATIF"-----> SELAMAT DATANG MURID BARU TAHUN 2026--->KEGIATAN MPLS SMK 20 - 24 Juli 2026

BAPAS GOES TO SCHOOL

Gelar “Bapas Goes to School”, Bapas Sambas Kunjungi SMK Negeri 1 Sambas

Kunjungan Industri Siswa

Siswa Program Keahlian AKuntansi, Bisnis Ritel dan Manajemen Perkantoran Tahun 2026

Selamat Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026

Kepala Sekolah dan Seluruh Guru, Tenaga Kependidikan SMK Negeri 1 Sambas Memohon Maaf Zahir dan Bathin

Penandatanganan Anti Bullying

KEGIATAN MPLS SISWA TAHUN 2025

Chelsea Paskibra SMK Negeri 1 Sambas

Siap Kibarkan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka

Prestasi Gemilang

Gisen dari SMK Negeri 1 Sambas Menjadi Juara 1 Kata POPDA Provinsi dan Melaju ke Nasional

PELEPASAN SISWA/SISWI TAHUN 2023

KEGIATAN DILAKSANAKAN HARI SABTU, 4 MEI 2023 DI GEDUNG SERBAGUNA LUMBANG

KUNJUNGAN KADIS PEND DAN KEB PROV. KALBAR

KEGIATAN DI SMKN 1 SAMBAS KAMPUS 1

Rabu, 21 Oktober 2009

PERKEMAHAN PRAMUKA


Dalam memantapkan keterampilan kepramukaan guna meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup/alam, sesama siswa tingkat 1 dan guru. maka akan dilaksanakan perkemahan di sinka islan park atau simping singkawang pada hari sabtu dan minggu tanggal 24 dan 25 oktober 2009. mudah-mudahan berjalan lancar.

Senin, 05 Oktober 2009

Study Banding 2009 Ke SMK N 1 Mempawah Hilir













KEGIATAN DILAKSANAKAN PADA TGL 3 OKTOBER 2009
KE SMK NEGERI 1 MEMPAWAH


Selasa, 29 September 2009

PSB 2009


Peluncuran Album Lagu Ge'™ Mare'™

SAMBAS — Peluncuran album The Terigas of Sambas dengan tema Ngayatte’ Lagu Ge’ Mare’ akan digelar di Sambas. Acara yang digagas Yayasan Pesisir Kabupaten Sambas ini, bakal dihelat di Lapangan Gabsis, 29 September 2009. “Sejumlah artis bakal menghadiri peluncuran tersebut,” ujar H Subhan Nur, Ketua Panitia, dalam penjelasannya kemarin, di Sambas.Beberapa artis ibu kota yang akan tampil diantaranya Evi Tamala, Kiki KDI, Ita Purnamasari, Yunita Ababil, Yan Mahmud Arwana, Ivan Seventeen, Mustafa Debu, dan beberapa yang lainnya. Tak ketinggalan, Hendri Lamiri dan Dwiki Dharmawan selaku composer, juga hadir bersama para artis yang membawakan lagu daerah Sambas tersebut. Selain berkunjung ke Istana Sambas, sejumlah artis akan diarak berkeliling kota.

Menurut Subhan, lagu yang dinyanyikan sesuai dalam rekaman, mulai dari Alo Galing, Alon Alon, Ta Allaw Bina, Tikannang Urang Tue, Cak Uncang, Tandak Sambas, Kapal Belon, Cik Cik Periok, dan Batu Balah. “Semua lagu tersebut sudah rampung diarranger dan dirilis Hendri Lamiri, salah seorang musisi nasional asal Sambas,” ungkapnya.Album Sambas yang diusung di Sambas dalam semarak Idul Fitri tersebut, tukas Subhan, akhir Mei lalu pernah dirilis dihadapan ribuan penonton di Taman Ismail Marzuki Jakarta bersama Malacca Ensamble. Pada waktu itu, ceritanya, sambutan penonton cukup antusias, termasuklah para menteri dan duta besar beberapa negara yang menghadiri pertunjukannya. 

Karena itu, ujar Subhan, sebagai ungkapan kebanggaan mereka selaku masyarakat, maka pertunjukan serupa juga digelar di Sambas. Dengan harapan hal tersebut semakin meningkatkan kecintaan warga daerah ini terhadap khasanah budaya dan kesenian yang dimilikinya. “Kalau bukan Kita, siapa lagi yang akan membangkitkan seni budaya Sambas. Makanya semua elemen diharapkan mendukung untuk ikut menyukseskan pertunjukannya nanti,” paparnya. “Di samping itu pula, dengan begini lagu kita menjadi terkenal di seantero negeri dan bahkan juga go internasional,” tandasnya

Sabtu, 15 Agustus 2009

Depdiknas Wacanakan Pengembangan SMK Terbuka

Jakarta, (tvOne)

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mewacanakan untuk mengembangkan sekolah menengah kejuruan (SMK) terbuka untuk memberi kesempatan kepada lulusan SMP Terbuka melanjutkan pendidikannya.

"Kami akan mengkaji kemungkinan untuk mengembangkan SMK Terbuka untuk jurusan-jurusan tertentu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," kata Mendiknas Bambang Sudibyo saat membuka Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) Siswa SMP Terbuka tingkat Nasional 2009, di Jakarta, Senin malam.

Mendiknas seperti dikutip Antara mengatakan, penyesuaian jurusan yang dikembangkan untuk SMK Terbuka karena pertimbangan ciri khas yang dimiliki sekolah terbuka yakni tidak terikat pada ruang dan waktu.

"SMP Terbuka diselenggarakan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan pendidikan namun memiliki kendala dan keterbatasan secara ekonomi, geografis dan sosial. Pembelajaran bisa dilaksanakan di mana saja dan waktunya pun disesuaikan berdasarkan kesepakatan diantara peserta didik, " kata Bambang Sudibyo.

SMP Terbuka, ujar Mendiknas, hampir sama dengan program kesetaraan paket B pada pendidikan non formal, yakni siswa belajar mandiri berdasarkan modul-modul yang disediakan. "Hanya yang berbeda SMP Terbuka diperuntukkan bagi masyarakat berusia antara 13-18 tahun serta pelaksanaan ujian nasional (UN) mengacu pada pendidikan formal," katanya.

Sedangkan, program kesetaraan paket B usia warga belajar bervariasi mulai usia remaja hingga orang dewasa serta UN kesetaraan dilaksanakan setelah ujian pada pendidikan formal selesai, katanya. Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, wacana SMK Terbuka untuk memberi kesempatan kepada lulusan SMP Terbuka mengembangkan diri melalui pembelajaran ketrampilan di SMK Terbuka.

"Jurusan yang tepat misalnya teknologi pertanian, perikanan, bisnis dan pemasaran serta kewirausahaan karena melihat karakteristik masyarakat yang kebanyakan tinggal di pedesaan atau kota kecamatan dengan mata pencaharian mengandalkan sumber daya alam," katanya.

Lomba motivasi belajar mandiri (Lomojari) mencakup bidang ketrampilan diikuti 45 SMP Terbuka dari 14 Provinsi dan bidang akademik diikuti 33 regu berlangsung 10-14 Agustus 2009.

Kamis, 13 Agustus 2009

2 MADRASAH DINEGERIKAN

Kabupaten Sambas kembali mendapat kado dihari kemerdekaan bagi dunia pendidikan. Selasa, (11/8) di Pondok Pesantren M Basiuni Imran Sambas, Wakil Bupati Sambas dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH menerima langsung Surat Keputusan pergantian status dua Madrasah Swasta menjadi Negeri dari Kakanwil Depag Kalbar H Rasmi Sattar. Dua Madrasah tersebut adalah Madrasah Tsanawiyah Bakau Kecamatan Jawai dan Madrasah Aliyah M Basiuni Imran Kecamatan Sambas.

Peresmian ditandai dengan pembukaan tirai plang nama kedua madrasah. Masing-masing dibuka Wakil Bupati dan Kakanwil, disaksikan Kakandepag Sambas, Ketua Pengadilan Agama Sambas, Ketua MUI Sambas, Kadis Pendidikan, dan beberapa undangan lainnya. Dikemukakan Kakanwil Depag Kalbar dalam sambutannya, Kabupaten Sambas termasuk beruntung mendapatkan pergantian status Madrasah dari swasta ke negeri. Kata dia, hanya beberapa daerah saja yang mendapatkan kesempatan itu. “Tahun ini yang mendapat jatah hanya tidak semua Kabupaten Kota, melainkan hanya beberapa saja. Alhamdulillah Sambas mendapat kesempatan,” sebut dia.

Dia mengharapkan, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian serius bagi perkembangan kemajuan pendidikan di Madrasah. Karena menurutnya, madrasah memberikan pendidikan plus. “Plusnya adalah di madrasah siswa-siswinya tentunya lebih focus mendapatkan pendidikan agama,” tutur dia. Bahkan di luar Kalbar terang Rasmi Sattar, belajar di Madrasah menjadi incaran para orang tua murid. Hal inilah terangnya harus menjadi perhatian bersama, bagaimana pemerintah dan pelaku pendidikan di madrasah mampu membangun citra positif madrasah itu sendiri. “Harus bangga sekolah di madrasah,” imbuh dia.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH dalam sambutannya. Wabup mencontohkan bukti nyatanya adalah Bupati Sambas, Ir H Burhanuddin A Rasyid. “Beliau merupakan lulusan madrasah, dan Alhamdulillah hasilnya dapat menjadi Bupati,” ujarnya. Artinya jelas Juliarti adalah belajar di Madrasah ataupun di sekolah umum sama saja. Bahkan di Madrasah lanjutnya memang untuk pembinaan agama bagi siswa akan lebih focus. “Memang diakui masyarakat kita masih kurang partisipasinya untuk menyekolahkan anaknya di madrasah,” ungkap dia.

Juliarti berjanji akan terus mempromosikan pendidikan di Madrasah menjanjikan. Terutama kaitannya dengan pembangunan religius. Permasalahan yang dihadapi pada pengembangan pendidikan di madrasah tegas Wabup akan segera dicarikan pemecahannya. “Pemerintah Daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk di Madrasah. Pemda akan bekerjasama dengan Departemen Agama, terutama meningkatkan kualitas para guru yang mengajar. Ini menjadi salah satu kunci meningkatkan minat bersekolah di Madrasah,” kata dia. (11 Agustus 2009 Humas PDE dan Sandi)


Rabu, 12 Agustus 2009

Mendiknas: Siswa SMK Bisa Lahirkan Karya Inovatif

Jakarta, (tvOne)
Menteri Pendidikan Nasional (Mendinas) Bambang Sudibyo mengatakan, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) kini mampu melahirkan karya-karya kreatif dan inovatif yang dibutuhkan dunia industri dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Ternyata perkembangan siswa SMK itu cepat sekali dan sangat membanggakan," kata Mendiknas di Jakarta, Jumat, saat membuka ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke XVII dan Pameran Kreasi SMK 2009 di arena Pekan Raya Jakarta yang berlangsung pada 21-24 Mei.

Ia mengatakan, karya SMK memang layak dipamerkan sebab karya unggulan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi nasional. "Kita ingin betul-betul menjadikan SMK sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kita," katanya.

Keberhasilan tersebut, kata Mendiknas, juga merupakan keberhasilan Depdiknas dalam melaksanakan rencana strategis yang menetapkan perbandingan jumlah SMK lebih besar dibandingkan SMA.

Mendiknas mengatakan, keberhasilan itu bukan saja dari segi jumlah SMK yang hampir mengejar jumlah SMA dengan perbandingan SMK dan SMA 47:53 persen. Namun seiring dengan perubahan rasio dengan target meningkatkan mutu pendidikan kejuruan sudah pula memperlihatkan hasil positif.

LKS SMK menjadi salah satu instrumen pencitraan untuk pencapaian peningkatan akses dan pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan, katanya.

Mendiknas mengharapkan kompetisi ini mampu mendorong generasi muda untuk menyiapkan diri agar berkiprah di arena kompetisi tingkat Asia melalui Asian Skill Competition (ASC) dan di tingkat international melalui World Skill Competition (WSC). Ajang LKS diikuti 1700 siswa SMK dari 33 provinsi.

Kegiatan Pendataan SMK Kabupaten Sambas

Kegiatan Pendataan dan Pengumpulan data pokok smk tahun pelajaran 2009/2010 di kabupaten sambas telah dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2009 di ICT Center. Hal tersebut dilakukan untuk menindak lanjuti hasil BIMTEK Kepala Sekolah TIK dan hasil pertemuan yang dilaksanakan oleh tim pendataan pusat, tim propinsi kalimantan barat, tim kabupaten/kota dan ICT Center di grand hotel kartika pontianak selama 3 hari.

Tujuan diadakan pertemuan seluruh SMK Kabupaten Sambas adalah untuk melakukan pengumpulan, pengolahan dan penyediaan data Sekolah Menengah Kejuruan se kabupaten sambas guna mendukung proses pengambilan keputusan.